Jumat, 01 November 2013

Revenue Bank Sinarmas Bertambah, Saham Ikut Melonjak

Dalam laporan keuangan kuartal III tahun 2013, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) melaporkan membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp 654,47 milyar. Raihan tersebut meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun 2012 lalu sejumlah Rp 650,99 milyar.

Untuk pendapatan operasional selain bunga tercatat mengalami pertumbuh pesat hingga 46,1 persen secara year on year. Sampai bulan September kemarin BSIM mencatat pendapatan selain bunga sebesar Rp 216,58 milyar dari Rp 148,21 milyar pada kuartal III tahun 2012.

NPL Bank Saudara Meningkat, Saham Masih Kuat

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) melaporkan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 97,43 milyar. Raihan tersebut tumbuh hingga 11,5 persen secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 87,39 milyar.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar 30,7 persen menjadi Rp 387,02 milyar di kuartal III tahun ini dari Rp 296,08 milyar di kuartal III tahun lalu.

Untuk rasio kecukupan modal (CAR) tercatat bertambah menjadi 12,31 persen di kuartal III 2013 dari 11,72 persen. Sementara kredit bermasalah (NPL) net tercatat naik menjadi 2,14 persen di kuartal III tahun ini dari 1,45 persen.

NPL gros juga meningkat hingga 3,09 persen dari 2,18 persen pada kuartal III tahun lalu. Sedangkan rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga (LDR) meningkat hingga mencapai 94,64 persen di kuartal III tahun 2013 dari 93,98 persen.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan kemarin (31/10), SDRA  berada di posisi Rp.860 dan belum terjadi pergerakan  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini turun 10 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari itu  saham dibuka di posisi Rp.820 dimana harga tertinggi di Rp860 dengan harga terendah di Rp.820.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan rebound teknikal namun kini saham berpotensi melakukan gerakan fluktuasi. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak turun ke posisi yang lebih rendah  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan akhir pola bullish.

Kisaran Rp.845 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.870 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/VBN)

Semangat Ekspansi BMRI Ke Malaysia Diikuti Pergerakan Sahamnya

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tetap berniat ekspansi ke Malaysia sekalipun persiapannya dibatasi oleh pemerintah setempat. BMRI juga  mengakui tidak mudah menambah cabang di negara tersebut sekalipun sudah  menyelesaikan persyaratan modal minimum dengan menyetor kurang lebih Rp.1 triliun.

Namun BMRI tetap berjuang mendapatkan tempat lagi di Malaysia untuk mengembangkan bisnisnya dengan alasan yang strategis yaitu potensi remitansi yang besar dari negara itu. Potensi remitansi dari negara ASEAN mencapai US$8,51 miliar dimana untuk Malaysia, porsinya mencapai 20 persen dari angka tersebut.

Sebagai infromasi tambahan Bank Mandiri sudah memiliki delapan kantor cabang khusus remitansi di Malaysia.  Juga dilaporkan anak usaha BMRI, PT Mandiri Manajemen Investasi berniat melakukan ekspansi untuk membuka kantor cabang di Dubai yang direncanakan pada 2014. Ekspansi ini untuk mendapatkan nasabah disana.

Dengan kekuatan yang dihasilkan pada kuartal III BMRI berani mengambil semua persyaratan untuk ekspansi ini. Untuk pergerakan saham sampai dengan perdagangan kemarin (31/10) BMRI anjlok lagi hingga 150 poin setelah pada perdagangan hari sebelumnya naik 100 poin.

Secara teknikal saham ini masih berpotensi untuk  rebound kembali dimana BMRI mencari pijakan support yang kuat. Untuk arahan perdagangan hari ini saham ini bisa dimiliki namun menunggu harga saham di posisi yang rendah.

NPL Bank CIMB Niaga Kuartal III Membaik Namun Saham Belum Bisa Bangkit

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 3,21 triliun atau Rp 127,80 per saham. Raihan tersebut meningkat tipis hingga 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 yang mencapai Rp 3,10 triliun Rp 123,42 per saham. Meningkatnya laba bersih ini banyak ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 5 persen menjadi Rp7,51 triliun. Pendapatan non-bunga juga meningkat 5 persen menjadi Rp 2,55 triliun.

Menurut perseroan, di tengah kondisi pasar yang tidak stabil, tekanan likuiditas, serta terus meningkatnya persaingan dalam memperebutkan dana murah, Bank CIMB Niaga telah melakukan penyeimbangan kembali atas portofolionya untuk memperoleh kualitas aset yang lebih baik.

Bank CIMB Niaga tercatat telah mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 12 persen menjadi Rp 155,54 triliun. Bila dirinci, kontribusi terbesar berasal dari kredit konsumer denga kontribusi senilai Rp 47,97 triliun dengan persentase 31 persen, lalu kredit korporasi sebesar Rp 42,54 triliun atau 27 persen, kredit komersial sebesar Rp 34,69 triliun atau 22 persen), dan kredit mikro sebesar Rp 30,34 triliun atau 20 persen.

Dari sisi konsumer, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Personal Loans sebesar 80 persen menjadi Rp 1,53 triliun, dilanjutkan kredit perumahan (KPR) yang naik 13 persen menjadi Rp 22,54 triliun. Sementara kredit automotif tercatat naik 10 persen menjadi Rp 18,70 triliun di kuartal III tahun 2013.

Untuk NPL Bank CIMB Niaga turun menjadi 2,33 persen, dan impaired loans ratio juga turun menjadi 2,80 persen dari kuartal III tahun lalu. Sedangkan total aset Bank CIMB Niaga hingga kuartal III tahun ini naik 14 persen menjadi Rp 218,22 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 190,62 triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (31/10), BNGA  berada di posisi Rp.1000 dan terjadi penurunan Rp.20 per lembar sahamnya  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 30 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.1020 dimana harga tertinggi di Rp1020 dengan harga terendah di Rp.990.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan trend yang konsolidasi dimana saham tampak masih  masih mencari support yang kuat untuk pijakan rebound. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak turun ke posisi yang lebih rendah  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bearish.

Kisaran Rp.1010 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.1060 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)