Kamis, 31 Oktober 2013

Aset Bank Meningkat, BBTN Belum Temukan Tumpuan Kuat


Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyatakan berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 1,057 triliun.Jumlah tersebut naik dari Rp 1,021 triliun pada kuartal III tahun 2012. Naiknya laba bersih Bank BTN banyak didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 96,53 triliun.

Untuk Kredit dan Pembiayaan tumbuh hingga 26 persen dari Rp 76,566 triliun pada kuartal III tahun 2012 menjadi Rp 96,539 triliun pada kuartal III tahun ini.

Pertumbuhan kredit ini sendiri berada diatas pertumbuhan kredit nasional yang sebesar 22 persen. BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit akan berada sekitar 20-25 persen sampai dengan akhir tahun 2013.

Porsi pembiayaan untuk kredit perumahan (KPR) masih mendominasi hingga 86,12 persen dari total kredit yang disalurkan selama kuartal III 2013 atau sebesar Rp 83,138 triliun.

Sementara sisanya yang sebesar 13,88 persen atau sebesar Rp 13,401 triliun dikontribusikan lewat pembiayaan kredit non perumahan.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 88,537 triliun. Hingga kuartal III tahun 2013 ini, aset Bank BTN tercatat meningkat 24,8 persen menjadi Rp 123,319 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 98,756 triliun.

Interest Income Bank BTN pada Triwulan III 2013 tercatat naik 19,87 persen menjadi sebesar Rp 8,069 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 6,731 triliun. Net Interest Income Perseroan tercatat tumbuh 16,98 persen menjadi Rp 4,134 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 3,534 Triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (30/10), BBTN  berada di posisi Rp.960 dan terjadi kenaikan Rp.10 per lembar sahamnya  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 30 poin dari perdagangan awal pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.950 dimana harga tertinggi di Rp970 dengan harga terendah di Rp.960

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan pergerakan yang konsolidasi dan berusaha mencari tumpuan kuat untuk rebound namun dilihat dari indikator -indikator teknikal menunjukkan momentum yang bergerak lemah sehingga sulit untuk rebound, beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bearish .

Kisaran Rp. 940 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.1030 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar