Kamis, 31 Oktober 2013

Kredit Bermasalah Bank BCA Menurun Saham Masih Konsolidasi

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 10,4 triliun. Raihan tersebut meningkat hingga 25,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 8,3 triliun.

Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 25,8 persen menjadi Rp 299 triliun pada kuartal III tahun 2013 dari Rp 237,7 triliiun pada kuartal III tahun lalu.

Bila dirinci, kredit konsumer naik 30,1 persen menjadi Rp 85,1 triliun karena didukung oleh kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 30 persen menjadi Rp52,5 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar 33,6 persen menjadi Rp 25,8 triliun.

Untuk kredit komersial dan UKM meningkat 23 persen menjadi Rp 114,9 triliun. Sementara untuk kredit korporasi tercatat naik 25,5 persen Rp 99 triliun. Perseroan mengatakan peningkatan laba ini juga ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 24,7 persen menjadi Rp 19,1 triliun.

Pendapatan operasional BCA juga meningkat 23,6 persen menjadi Rp 24,5 triliun pada kuartal III tahun 2013. Sementara marjin bunga bersih (NIM) Bank BCA juga naik sebesar menjadi 6 persen. Sedangkan rasio kredit bermasalah tercatat sebesar 0,5 persen dan rasio cadangan kredit bermasalah sebanyak 378,4 persen.

Di samping itu, Bank BCA juga memprediksi pertumbuhan kredit pada 2014 mencapai 15-16 persen yang menurun dibandingkan tahun 2013 yang diprediksi mencapai 21-22 persen.

Meski pertumbuhan kredit melambat, Bank BCA juga akan tetap menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah angka satu persen.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan pagi ini (31/10), BBCA  berada di posisi Rp.10600 dan terjadi penurunan Rp.100 per lembar sahamnya  dari perdagangan hari sebelumnya. Dan secara mingguan juga saham ini sudah anjlok 100 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.10700  dimana harga tertinggi di Rp10700 dengan harga terendah di Rp.10450

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan sudahj rebound teknikal namun tampak saham bergerak melemah menuju lebel supportnya . Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerakturun ke posisi yang lebih rendah  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan akhir pola bullish.

Kisaran Rp. 10400 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.10800 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar