Jumat, 01 November 2013

Revenue Bank Sinarmas Bertambah, Saham Ikut Melonjak

Dalam laporan keuangan kuartal III tahun 2013, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) melaporkan membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp 654,47 milyar. Raihan tersebut meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun 2012 lalu sejumlah Rp 650,99 milyar.

Untuk pendapatan operasional selain bunga tercatat mengalami pertumbuh pesat hingga 46,1 persen secara year on year. Sampai bulan September kemarin BSIM mencatat pendapatan selain bunga sebesar Rp 216,58 milyar dari Rp 148,21 milyar pada kuartal III tahun 2012.

NPL Bank Saudara Meningkat, Saham Masih Kuat

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) melaporkan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 97,43 milyar. Raihan tersebut tumbuh hingga 11,5 persen secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 87,39 milyar.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar 30,7 persen menjadi Rp 387,02 milyar di kuartal III tahun ini dari Rp 296,08 milyar di kuartal III tahun lalu.

Untuk rasio kecukupan modal (CAR) tercatat bertambah menjadi 12,31 persen di kuartal III 2013 dari 11,72 persen. Sementara kredit bermasalah (NPL) net tercatat naik menjadi 2,14 persen di kuartal III tahun ini dari 1,45 persen.

NPL gros juga meningkat hingga 3,09 persen dari 2,18 persen pada kuartal III tahun lalu. Sedangkan rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga (LDR) meningkat hingga mencapai 94,64 persen di kuartal III tahun 2013 dari 93,98 persen.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan kemarin (31/10), SDRA  berada di posisi Rp.860 dan belum terjadi pergerakan  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini turun 10 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari itu  saham dibuka di posisi Rp.820 dimana harga tertinggi di Rp860 dengan harga terendah di Rp.820.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan rebound teknikal namun kini saham berpotensi melakukan gerakan fluktuasi. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak turun ke posisi yang lebih rendah  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan akhir pola bullish.

Kisaran Rp.845 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.870 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/VBN)

Semangat Ekspansi BMRI Ke Malaysia Diikuti Pergerakan Sahamnya

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tetap berniat ekspansi ke Malaysia sekalipun persiapannya dibatasi oleh pemerintah setempat. BMRI juga  mengakui tidak mudah menambah cabang di negara tersebut sekalipun sudah  menyelesaikan persyaratan modal minimum dengan menyetor kurang lebih Rp.1 triliun.

Namun BMRI tetap berjuang mendapatkan tempat lagi di Malaysia untuk mengembangkan bisnisnya dengan alasan yang strategis yaitu potensi remitansi yang besar dari negara itu. Potensi remitansi dari negara ASEAN mencapai US$8,51 miliar dimana untuk Malaysia, porsinya mencapai 20 persen dari angka tersebut.

Sebagai infromasi tambahan Bank Mandiri sudah memiliki delapan kantor cabang khusus remitansi di Malaysia.  Juga dilaporkan anak usaha BMRI, PT Mandiri Manajemen Investasi berniat melakukan ekspansi untuk membuka kantor cabang di Dubai yang direncanakan pada 2014. Ekspansi ini untuk mendapatkan nasabah disana.

Dengan kekuatan yang dihasilkan pada kuartal III BMRI berani mengambil semua persyaratan untuk ekspansi ini. Untuk pergerakan saham sampai dengan perdagangan kemarin (31/10) BMRI anjlok lagi hingga 150 poin setelah pada perdagangan hari sebelumnya naik 100 poin.

Secara teknikal saham ini masih berpotensi untuk  rebound kembali dimana BMRI mencari pijakan support yang kuat. Untuk arahan perdagangan hari ini saham ini bisa dimiliki namun menunggu harga saham di posisi yang rendah.

NPL Bank CIMB Niaga Kuartal III Membaik Namun Saham Belum Bisa Bangkit

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 3,21 triliun atau Rp 127,80 per saham. Raihan tersebut meningkat tipis hingga 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 yang mencapai Rp 3,10 triliun Rp 123,42 per saham. Meningkatnya laba bersih ini banyak ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 5 persen menjadi Rp7,51 triliun. Pendapatan non-bunga juga meningkat 5 persen menjadi Rp 2,55 triliun.

Menurut perseroan, di tengah kondisi pasar yang tidak stabil, tekanan likuiditas, serta terus meningkatnya persaingan dalam memperebutkan dana murah, Bank CIMB Niaga telah melakukan penyeimbangan kembali atas portofolionya untuk memperoleh kualitas aset yang lebih baik.

Bank CIMB Niaga tercatat telah mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 12 persen menjadi Rp 155,54 triliun. Bila dirinci, kontribusi terbesar berasal dari kredit konsumer denga kontribusi senilai Rp 47,97 triliun dengan persentase 31 persen, lalu kredit korporasi sebesar Rp 42,54 triliun atau 27 persen, kredit komersial sebesar Rp 34,69 triliun atau 22 persen), dan kredit mikro sebesar Rp 30,34 triliun atau 20 persen.

Dari sisi konsumer, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Personal Loans sebesar 80 persen menjadi Rp 1,53 triliun, dilanjutkan kredit perumahan (KPR) yang naik 13 persen menjadi Rp 22,54 triliun. Sementara kredit automotif tercatat naik 10 persen menjadi Rp 18,70 triliun di kuartal III tahun 2013.

Untuk NPL Bank CIMB Niaga turun menjadi 2,33 persen, dan impaired loans ratio juga turun menjadi 2,80 persen dari kuartal III tahun lalu. Sedangkan total aset Bank CIMB Niaga hingga kuartal III tahun ini naik 14 persen menjadi Rp 218,22 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 190,62 triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (31/10), BNGA  berada di posisi Rp.1000 dan terjadi penurunan Rp.20 per lembar sahamnya  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 30 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.1020 dimana harga tertinggi di Rp1020 dengan harga terendah di Rp.990.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan trend yang konsolidasi dimana saham tampak masih  masih mencari support yang kuat untuk pijakan rebound. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak turun ke posisi yang lebih rendah  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bearish.

Kisaran Rp.1010 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.1060 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

Kamis, 31 Oktober 2013

Kredit Bermasalah Bank BCA Menurun Saham Masih Konsolidasi

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 10,4 triliun. Raihan tersebut meningkat hingga 25,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 8,3 triliun.

Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 25,8 persen menjadi Rp 299 triliun pada kuartal III tahun 2013 dari Rp 237,7 triliiun pada kuartal III tahun lalu.

Bila dirinci, kredit konsumer naik 30,1 persen menjadi Rp 85,1 triliun karena didukung oleh kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 30 persen menjadi Rp52,5 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar 33,6 persen menjadi Rp 25,8 triliun.

Untuk kredit komersial dan UKM meningkat 23 persen menjadi Rp 114,9 triliun. Sementara untuk kredit korporasi tercatat naik 25,5 persen Rp 99 triliun. Perseroan mengatakan peningkatan laba ini juga ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 24,7 persen menjadi Rp 19,1 triliun.

Pendapatan operasional BCA juga meningkat 23,6 persen menjadi Rp 24,5 triliun pada kuartal III tahun 2013. Sementara marjin bunga bersih (NIM) Bank BCA juga naik sebesar menjadi 6 persen. Sedangkan rasio kredit bermasalah tercatat sebesar 0,5 persen dan rasio cadangan kredit bermasalah sebanyak 378,4 persen.

Di samping itu, Bank BCA juga memprediksi pertumbuhan kredit pada 2014 mencapai 15-16 persen yang menurun dibandingkan tahun 2013 yang diprediksi mencapai 21-22 persen.

Meski pertumbuhan kredit melambat, Bank BCA juga akan tetap menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah angka satu persen.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan pagi ini (31/10), BBCA  berada di posisi Rp.10600 dan terjadi penurunan Rp.100 per lembar sahamnya  dari perdagangan hari sebelumnya. Dan secara mingguan juga saham ini sudah anjlok 100 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.10700  dimana harga tertinggi di Rp10700 dengan harga terendah di Rp.10450

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan sudahj rebound teknikal namun tampak saham bergerak melemah menuju lebel supportnya . Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerakturun ke posisi yang lebih rendah  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan akhir pola bullish.

Kisaran Rp. 10400 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.10800 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

Aset Bank Meningkat, BBTN Belum Temukan Tumpuan Kuat


Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyatakan berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 1,057 triliun.Jumlah tersebut naik dari Rp 1,021 triliun pada kuartal III tahun 2012. Naiknya laba bersih Bank BTN banyak didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 96,53 triliun.

Untuk Kredit dan Pembiayaan tumbuh hingga 26 persen dari Rp 76,566 triliun pada kuartal III tahun 2012 menjadi Rp 96,539 triliun pada kuartal III tahun ini.

Pertumbuhan kredit ini sendiri berada diatas pertumbuhan kredit nasional yang sebesar 22 persen. BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit akan berada sekitar 20-25 persen sampai dengan akhir tahun 2013.

Porsi pembiayaan untuk kredit perumahan (KPR) masih mendominasi hingga 86,12 persen dari total kredit yang disalurkan selama kuartal III 2013 atau sebesar Rp 83,138 triliun.

Sementara sisanya yang sebesar 13,88 persen atau sebesar Rp 13,401 triliun dikontribusikan lewat pembiayaan kredit non perumahan.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 88,537 triliun. Hingga kuartal III tahun 2013 ini, aset Bank BTN tercatat meningkat 24,8 persen menjadi Rp 123,319 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 98,756 triliun.

Interest Income Bank BTN pada Triwulan III 2013 tercatat naik 19,87 persen menjadi sebesar Rp 8,069 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 6,731 triliun. Net Interest Income Perseroan tercatat tumbuh 16,98 persen menjadi Rp 4,134 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 3,534 Triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (30/10), BBTN  berada di posisi Rp.960 dan terjadi kenaikan Rp.10 per lembar sahamnya  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 30 poin dari perdagangan awal pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.950 dimana harga tertinggi di Rp970 dengan harga terendah di Rp.960

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan pergerakan yang konsolidasi dan berusaha mencari tumpuan kuat untuk rebound namun dilihat dari indikator -indikator teknikal menunjukkan momentum yang bergerak lemah sehingga sulit untuk rebound, beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bearish .

Kisaran Rp. 940 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.1030 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

Dana Pihak Ketiga Bank ICB Bumiputera Bertumbuh Sahampun Rally Tipis

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) melaporkan mencatatkan laba bersih mencapai Rp 3,42 miliar. Perolehan  laba bersih ini menurun 8,4 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp 3,74 miliar.

Menurut perseroan, penurunan ini sejalan dengan penghasilan bunga bersih yang turun menjadi Rp 220,40 miliar di kuartal III 2013 dari Rp 237,37 miliar di kuartal III 2012.

Untuk penghasilan operasional tercatat turun dari Rp 323,05 miliar di kuartal III tahun lalu menjadi Rp 297,34 miliar di kuartal III tahun ini. Sementara itu, penyaluran kredit di kuartal III tahun ini tercatat meningkat 15,55 persen menjadi Rp 5,49 triliun dibandingkan di periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,75 triliun.

Untuk loan to deposit ratio tercatat sebesar 85,59 persen, fee income ratio sebesar 25,88 persen, rasio kecukupan modal (CAR) 12,52 persen dan non-performing loan (NPL) net di level 3,94 persen.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 18,6 persen menjadi Rp 6,37 triliun dibanding pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,37 triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (30/10), BABP  berada di posisi Rp.141 dimana belum terjadi pergerakan harga  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah naik 31 poin dari perdagangan awal pekan lalu.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan rebound secara teknikal dan pergerakan yang ada memasuki pola rally tipis . Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum yang merangkak naik ke level yang lebih moderat dan beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bullish.

Kisaran Rp. 112 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.143 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

OCBC NISP Prediksi Pertumbuhan Kredit Di Bawah 20 Persen, Saham Masih Sulit Diperdagangkan

Bank OCBC Nisp (NISP) memprediksi hanya mendapat pertumbuhan kredit di bawah 20 persen pada tahun 2014 nanti. Prediksi ini diambil dengan mempertimbangkan gejolak ekonomi global yang kemungkinan masih berlangsung hingga tahun depan.

Untuk informasi, hingga kuartal III tahun 2013, pertumbuhan kredit Bank OCBC NISP tercatat sebesar 21 persen. Karena itulah, dengan pertimbangan kondisi ekonomi, perseroan memprediksi pertumbuhan kredit di tahun depan akan lebih kecil dari angka tersebut.

Meskipun begitu, perseroan optimis kondisi makro ekonomi di Indonesia akan jauh lebih baik pada tahun 2014 dibandingkan tahun ini.

Namun perseroan akan tetap mewaspadai gejolak yang terjadi di dunia internasional untuk menjaga pertumbuhan kredit.

Di akhir tahun 2013 ini, Bank OCBC NISP masih akan tetap fokus menyalurkan kredit di sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

Sebab pada kuartal ketiga 2013, kontribusi penyaluran kredit untuk sektor UKM mencapai 46 persen dari total kredit.

Sektor lain yang memberikan kontribusi cukup besar yaitu pada kredit korporasi sebesar 22 persen dan kredit konsumer mencapai 21 persen.

Selain itu, hingga kuartal III tahun 2013, penyaluran kredit Bank OCBC NISP meningkat 21 persen menjadi Rp 61,19 triliun dari Rp 50,52 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17 persen dari Rp 53,62 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 62,87 triliun pada kuartal III tahun ini.

Sementara itu, total aset perseroan tercatat naik 24 persen dari Rp 71,43 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 88,55 triliun pada kuartal III tahun ini.

Sedangkan untuk rasio keuangan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 14,9 persen, marjin bunga bersih (NIM) sebesar 4,2 persen, rasio kredit terhadap DPK (LDR) sebesar 97 persen.

Untuk rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,7 persen, return on assets (ROA) sebesar 1,8 persen dan return on equity (ROE) 12,5 sebesar persen.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan kemarin (29/10), NISP masih belum bergerak di posisi Rp.1200 dan belum berubah harganya dibading dengan hari sebelumnya. Sepanjang perdagangan kemarin tidak terjadi transaksi perdagangan. Sampai saat ini saham masih belum mampu memikat investor untuk memperdagangkannya.

(ra/JA/vbn)

Selasa, 29 Oktober 2013

Ekspor Nonmigas Ke Perancis Melemah

(Vibiznews – Economy) – Ekspor nonmigas ke Perancis mengacu kepada laporan Biro Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan performa melemah. Lembaga tersebut melaporkan adanya penurunan pada nilai ekspor nonmigas, dimana nilai pada bulan Agustus dilaporkan hanya mencapai nilai 72.1 juta Dollar AS .
Dilaporkan juga bahwa bulan sebelumnya ekspor nonmigas ke negara tersebut dapat mencapai nilai 105.8 juta Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor nonmigas pada periode tersebut mengalami pelemahan sebesar -33.7 juta Dollar AS, atau berkurang sebesar -31.85 %.
Data paling akhir dari Biro Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa ekspor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan Agustus secara total mencapai angka 708.9 juta Dollar AS. Nilai tersebut menunjukkan adanya pelemahan sebesar -63.30 juta Dollar AS atau turun sekitar -8.19 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu mencapai nilai 772.2 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Euro terpantau bergerak menekan Rupiah sekitar 18.33 % pada perdagangan valas dari awal Januari sampai dengan hari ini. Sementara itu data terakhir kurs BI (jual) Euro dengan rate Bank Indonesia berada pada kisaran Rp. 15296.24/EUR dan kurs BI (beli) sekitar Rp. 15141/EUR.
(IY/JA/vbn)

Lima Peraih Danamon Social Entrepreneur Award 2013

(Vibiznews-Banking) Setelah melalui tahap seleksi yang dilakukan oleh enam dewan juri akhirnya lima orang terpilih menjadi peraih Danamon Social Entrepreneur Award 2013.
Nama Sukmariah muncul sebagai peraih Danamon Social Entreprenuer Award 2013 terfavorit. Sukmariah, warga Tangerang, Banten, ini terpilih lantaran mampu memberdayakan masyarakat disekitarnya melalui pendirian koperasi simpan pinjam dan binaan.
Melalui koperasi tersebut, ia memberikan pinjaman modal usaha dan pembekan ketrampilan kepada masyarakat seperti menjahit dan pembuatan sepatu.
“Memiliki jiwa sosial Menjadi salah satu kategori penilaian kemudian juga kemandirian dalam menjalankan usaha. Mereka ini adalah orang-orang yang mrnjalankan kegiatan sosial sebagai hobi dan membrantas kemiskinan dengan memajukan masyarakat serta memiliki integritas yang tinggi,” ujar Renald Kasali, salah satu dewan juri dalam acara ini.
Empat peraih penghargaan lainnya adalah Eko Mulyadi sang “Pendorong Kemandirian”, Jumali W. Purwito sang “Ksatri Pogog”, Ummar Husein sang “Penjahit Cinta” dan Sunarni sang “Penyambung Asa”.
“Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi Danamon kepada individu-individu yang telah berhasil dan terbukti dapat memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitarnya melalui solusi kewirausahaan,” ujar Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Henry Ho di sela-sela acara penganugerahan Danamon Social Entreprenuer Award 2013 di Soehana Energy Building, Jakarta, Senin (28/10/2013).
(nr/RL/VBN)

Ekspansi Kredit Yang Agresif BJBR Belum Angkat Harga Sahamnya

(Vibiznews – Banking) Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga PT Bank Pembangunan Jabar dan Banten Tbk (BJBR) pada kuartal keempat 2013 diharapkan dapat tumbuh signifikan. Hal itu sejalan dengan meningkatkan kerjasama dengan institusi dan perusahaan potensial yang sudah dijalankan.
Ekspansi kredit yang agresif, penerapan manajemen risiko yang baik disebutkan sangat diperlukan BJBR agar kualitas kredit yang tercermin dalam rasio non-performing loan dapat terkendali.
Sebelumnya, hingga akhir kuartal III tahun ini, BJBR berhasil meraih laba bersih hingga mencapai Rp 1,09 triliun. Hasil tersebut tumbuh sekitar 15,7 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 945 miliar.
Pencapaian laba bersih tersebut didukung oleh naiknya pendapatan bunga dan syariah sebesar 17,5 persen menjadi Rp 5,97 triliun dari Rp5,08 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk pendapatan bersih bunga dan syariah tercatat meningkat sekitar 28 persen menjadi Rp 3,57 triliun pada kuartal III tahun ini. meningkatnya pendapatan bunga ini banya didukung oleh sektor kredit.
Untuk informasi, hingga kuartal III tahun ini BJBR penyaluran kredit BJBR didominasi oleh kredit pada sektor perdagangan, jasa dunia usaha dan konstruksi. Ekspansi kredit BJBR tak lepas dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Untuk volume saham yang diperdagangkan sampai siang ini mengalami peningkatan dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu dimana sampai siang ini banyak investor yang melakukan net buy hingga 7000 lot. Namun untuk harga saham masih belum mengalami perubahan dari harga penutupan perdagangan pekan lalu di Rp.930.
(RA/JA/VBN)

Kamis, 17 Oktober 2013

Bank Niaga Targetkan Pertumbuhan Kredit Hingga 17 Persen


(Vibiznews – Banking) Bank CIMB Niaga (BNGA) menyatakan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15-17 persen di tahun 2014 nanti.

Menurut perseroan, keputusan ini diambil sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan naik sekitar 5,5-6 persen.
Perseroan mengatakan, jika sampai akhir tahun 2013 perekonomian Indonesia tumbuh hanya 5,5 persen, maka kredit nasional bisa tumbuh di bawah 20 persen. Namun jika pertumbuhan ekonomi dapat meningkat hingga 6 persen, maka kredit bisa tumbuh di atas 20 persen. Dengan penilaian tersebut, maka perseroan mematok target pertumbuhan kredit berkisar 15-17 persen di tahun 2014. Selain itu, perseroan juga menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17-20 persen di tahun depan. Sementara itu, dalam laporan keuangan semester I 2013 dari PT Bank CIMB Niaga Tbk, melaporkan berhasil mengantongi dana giro sebesar Rp 32,91 triliun. Jumlah itu meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 senilai Rp 29,22 triliun. Meningkatnya jumlah dana giro BNGA ini dikatakan banyak didukung oleh keberhasilan perseroan dalam mengembangkan sejumlah produk dan layanan bagi nasabah.

(RA/JA/VBN)